Kategori: Dunia Islam

Valentine Day dalam Pandangan Islam dan Budaya Bangsa Indonesia

Andik Yudiawan | Rabu, 11 Februari 2015 - 07:12:28 WIB | dibaca: 3469 pembaca

Pak Syaiful selaku guru Agama dan Tim Pembiasaan Kebudayaan Baik sedang membagikan pamflet tentang Valentine Day

Banyak kita lihat pemuda-pemudi Islam yang merayakan suatu hari yang mereka namakan sebagai “Hari Kasih Sayang”. Hari dimana mereka mengumbar nafsu kepada lawan jenis atas nama “cinta” dan “kasih sayang”. Namun ketika pemuda-pemudi Islam tersebut ditanya, apakah hari valentine itu? Bagaimana sejarahnya? Bagaimana hukumnya menurut islam, agama yang engkau peluk?! Maka tiadalah jawaban mereka kecuali menggelengkan kepala. Mereka hanyalah mengikuti gaya hidup orang-orang Barat yang jauh dari kebenaran dan nilai-nilai moral dan budaya Bangsa Indonesia. Mereka hanyalah mengikuti dan mempertuhankan hawa nafsu. Betapa celakalah pemuda-pemudi islam seperti mereka, yang kehidupannya jauh dari islam dan telah termakan oleh istilah “gaul”, “keren”, “modernitas”, dan “gaya hidup remaja”.
 
Berbagai kenyataan di atas membuat kita perlu kembali untuk mengetahui tentang sebab musabab valentine day serta bagaimana pandangan islam tentangnya. Oleh karena itu marilah kita simak pembahasan berikut, dengan harapan semoga Allah SWT member kekuatan bagi kita untuk tetap berpagang teguh pada ajaran islam, amiin.
 
SEJARAH VALENTINE
Beberapa versi sebab dirayakannya hari kasih sayang ini, dalam The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day
 
1. Perayaan Lupercalia
Perayaan Lupercalia adalah serangkaian upacara pensucian di masa romawi kuno (13-18 februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama paus dan pastor. Di antara pendukungnya adalah kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat : The Encyclopedia Britannica, sub judul Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat : The World Book Encyclopedia 1998)


2. Mengenang St. Valentine
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama valentine yang mati pada 14 februari, seorang diantaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang romawi. Maha tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang  yang mendambakan doa St. Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St. Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 februari 269 M (lihat : The World Book Encyclopedia, 1998).
Kebiasaan mengirim kartu valentine itu sendiri tidak ada kaitannya langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M  ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine 14 februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat : The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242, The World Book Encyclopedia, 1998).
Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan kata “Valentine” berasal dari latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepad Nimrod dan Lupercus, tuhan orang romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam islam hal ini disebut Syirik, yang artinya menyekutukan Allah SWT. Adapun cupid (berarti : the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!. Layaknya seorang muslim segera bertaubat mengucap istighfar, “ A s t a g h f i r u l l a h ”, wanaudzubillahi min dzalik. (dari berbagai sumber).

Hukum merayakan “Valentine Day”
Pertanyaan : Bagaimana hukum merayakan hari valentine?
Syaikh Muhammad Sholih Al-Utsaimin menjawab : merayakan hari valentine itu tidak boleh, karena :
Pertama : tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam.
Kedua : ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita yang shalih – semoga Allah SWT meridhai mereka-. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya Valentine, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah atau yang lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”
 
Diantara dampak buruk menyerupai mereka adalah : ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam.
Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal setiap muslim dalam shalatnya membaca
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (Al-Fatihah:6-7)
 
Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditujukan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela. Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati
Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.
 
Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi : perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai barat yang tidak memandang batasan normative dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat tatanan masyarakat mereka menjadi porak-poranda.
 
Penutup
 
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Diantaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami, istri, … dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang non-muslim.
Semoga Allah SWT senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
Menyampaikan kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan bulletin ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.
Semoga Allah SWT membalas amal ibadah kita, amiin…….










Komentar Via Website : 61
Gastric Health Tablet
11 Februari 2015 - 07:29:31 WIB
Saya sangat suka dengan informasi seperti ini. di tunggu ya update terbarunya http://goo.gl/EZ2ies
Obat Pengecil Pinggang
11 Februari 2015 - 08:26:02 WIB
Obat Pengecil Pinggang
11 Februari 2015 - 08:38:24 WIB
Lemak Darah Tinggi
11 Februari 2015 - 09:30:23 WIB
Terimakasih informasinya http://goo.gl/xtFXr4
Eye Care Softgel
11 Februari 2015 - 15:46:57 WIB
Saya sangat suka dengan informasi seperti ini. di tunggu ya update terbarunya http://goo.gl/VYqdJQ
Suplemen Pembakar Lemak Perut
12 Februari 2015 - 08:35:28 WIB
Terimakasih informasinya http://goo.gl/dqk7mD
Obat Pengecil Pinggang
12 Februari 2015 - 08:54:27 WIB
Obat Pengecil Pinggang
12 Februari 2015 - 09:10:12 WIB
Gastric Health Tablet
12 Februari 2015 - 09:13:26 WIB
Saya sangat suka dengan informasi seperti ini. di tunggu ya update terbarunya http://goo.gl/EZ2ies | http://goo.gl/YnCbWZ | http://goo.gl/MLJUpY | http://goo.gl/uzqfvA | http://goo.gl/VYqdJQ
AwalKembali 123... 7 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)